KORELASI ANTARA DILEMA PETANI TOMAT DAN FRAMING JAHAT TERHADAP

KORELASI ANTARA DILEMA PETANI TOMAT DAN “FRAMING JAHAT” TERHADAP
NILAI-NILAI ISLAM
=================================
Fakta petani tomat, bahwa biaya panen dan pengangkutan lebih mahal sehingga harga anjlok tak menutupi biaya modal.
jadi klo ada yang bilang “mubazir” buang2 tomat ke jalan yang dilakukan petani, itu bukan karena “mubazir” tapi karena mereka mengekspresikan kekecewaan dengan aksi “buang tomat” dan yang dibuang juga hanya sebagian saja untuk mewakili hasil panennya , kalo yang lain mah tetap ada dibagi2kan warga, tapi apakah warga bisa memghabiskan berton2 dalam waktu singkat?, sedangkan warga lainnya juga ada yang “nanam tomat” dan punya masalah yang sama yaitu tidak bisa panen karena biaya panen lebih mahal, jadi mau dikemanakan jika terjadi penumpukan? Sedangkan tomat bukan barang yang bisa disimpan lama dan awet seperti padi.
Ketika saya berada di bandung beberapa minggu yang lalu memang harga tomat anjlok hingga 500 rupiah/kg, sedangkan petani tomat bukan hanya 1 atau 2 orang, daerah bandung yang cocok untuk petani tomat sehingga menghasilkan tomat yang besar dan segar membuat orang yang berasal dari samarinda menyayangkan, bahkan sampai bernadai-andai bahwa jika jarak kota bandung dan samarinda dekat, mendorong keinginan untuk membeli dengan jumlah yang banyak mengingat harga tomat di samarinda cukup lumayan tinggi 5000 rupiah hanya dapat 3.
Makanya mikir lah bagi para penjustis ” petani” dengan alasan “mubazir” yang sempat beredar di media sosial dengan caption “mubazir”, saat itu saya belum menemukan fakta sebenarnya, ternyata bukan hanya masalah aksi petani akan tetapi ketika menemukan fakta yang tidak mewakili secara keseluruhan, maka akan dikaitkan dengan nilai islam lainnya.Maka ini hanyalah penggiringan opini ke arah yang berbau “islam” bukan untuk tujuan menjelaskan masalah dan solusinya menurut islam dengan benar. Mereka memgkritisi fakta dengan “caption” pendeskiditan label2 islami lainnya.
Padahal fakta tersebut tak ada hubungannya, penempatan fakta yang disandingkan dengan labeling islam yang buruk.Ada sekelompok orang yang mempunyai mindset berpikir “jahil (bodoh)” dan selalu mengkriminalisasi nilai2 islam seperti poligami, cadar dsb.
Fakta petani tomat dan mubazir adalah salah satunya yang pernah dikritisi oleh orang2 yang jahil (bodoh) dengan tujuan hanya untuk mendeskriditkan nilai2 islam yang sebenarnya tak ada kaitan sama sekali dengan perbuatan atau fakta yang terjadi, ini hanyalah “framing” jahat agar islam ditinggalkan karena nilai yang buruk di masyarakat.
#Teruntuk_para_jahiliyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *